TUKANG
UNITEDSTEEL CONSTRUCTION
Discuss Project

Logistik & Sambungan Splice · TUKANG UNITED

Beam Splice Connection Methods for Narrow Bali Alleyways.

Membangun struktur heavy structural steel di Bali sering kali dihadapkan pada kendala akses jalan masuk. Banyak lokasi luxury villa, resort tebing, dan restoran boutique di Canggu, Pererenan, Ubud, dan Bingin hanya memiliki akses gang selebar 2,5 hingga 3,5 meter yang tidak dapat dilalui truk trailer pengangkut batang baja 12 meter maupun mobile crane besar. Metode standar rekayasa teknis adalah membagi profil menjadi segmen modular di workshop lalu menyambungnya kembali dengan sambungan splice (splice joint) bersertifikasi di lokasi proyek.

Sambungan splice joint profil Wide Flange (WF) steel menggunakan pelat flange dan web dengan high-strength bolts Grade 8.8
Detail Sambungan Splice Baut HTB · TUKANG UNITED

Rekayasa Titik Sambungan Splice pada Balok Bentang

Sambungan splice tidak boleh diletakkan sembarangan di tengah-tengah bentang balok di mana momen lentur (bending moment) mencapai titik tertinggi. Secara standar rekayasa structural steel (AISC / SNI 1729):

  • Lokasi Titik Balik (Inflection Point): Sambungan splice idealnya ditempatkan pada jarak 1/4 hingga 1/5 dari panjang bentang di dekat tumpuan kolom, di mana momen lentur bernilai mendekati nol.
  • Kombinasi Pelat Flange & Web: Pelat penyambung (fishplate) dipasang pada sayap atas (top flange), sayap bawah (bottom flange), dan kedua sisi badan (web) untuk meneruskan gaya tarik, tekan, dan geser secara penuh.
  • Ketebalan Pelat Sambung: Pelat splice dirancang dengan ketebalan minimal setara atau 1–2 mm lebih tebal dari profil yang disambung.

Spesifikasi high-strength bolts (HTB Grade 8.8 / A325)

Untuk proyek di narrow village alleys di mana pengelasan di atas ketinggian berisiko terhadap angin pesisir dan keterbatasan daya listrik genset, metode bolted connections geser friksi (friction-type bolted connection) adalah pilihan terbaik.

Komponen Sambungan Spesifikasi Material Fungsi Rekayasa Metode Pengencangan
Baut UtamaHigh Tensile Bolt Grade 8.8 / ASTM A325Menahan gaya tarik & geser sambunganTorque Wrench terkalibrasi
Pelat FlangeBaja Pelat Mutu SS400 / BJ 37 (t=10–16mm)Mentransfer momen lentur tarik/tekanBaut baris ganda
Pelat WebBaja Pelat Ganda Kiri-Kanan (t=6–10mm)Mentransfer gaya lintang (shear load)Baut pola simetris
Finishing BautHot Dip Galvanized / Dacromet CoatedCorrosion Protection uap garam BaliPelapisan anti-karat

Manajemen Pengiriman Modular & Erection Manual / Spider Crane

Dengan menerapkan sistem segmen fabrikasi workshop TUKANG UNITED:

1. Batang baja 12m atau 18m dipotong menjadi segmen sepanjang 4–6 meter di workshop Sukawati, lengkap dengan lubang baut CNC dan pelat sambung yang sudah di-trial assembly (uji pasang) sebelum dikirim.

2. Material dapat diangkut dengan mudah menggunakan truk engkel sedang yang lincah menembus narrow village alleys pedesaan Bali tanpa mengganggu lalu lintas warga.

3. Di lokasi proyek, perakitan awal dilakukan di lantai kerja, kemudian diangkat menggunakan tripot hoist, spider crane mini, atau chain block dengan aman tanpa memerlukan crane sewaan bertonase besar.

Related questions

Key Facts You Should Know.

Apakah sambungan splice mengurangi kekuatan struktural Wide Flange (WF) steel?

Tidak, jika dirancang dan dihitung sesuai kaidah AISC standards/SNI dengan jumlah baut dan ketebalan pelat yang tepat pada titik momen rendah, kekuatan sambungan splice setara 100% atau bahkan melebihi kekuatan batang utuh.

Bagaimana cara memastikan kekencangan baut HTB di lokasi proyek?

Tim TUKANG UNITED menggunakan kunci torsi (torque wrench) terkalibrasi untuk mencapai nilai torsi standar (misalnya 400–600 Nm tergantung diameter baut M16/M20/M24) dan melakukan penandaan garis inspeksi (torque marking).

Have a big vision?
Let us give it structure.

Start with your needs. We will map the next steps.

Start your project
Konsultasi WA
Hitung Estimasi Chat WhatsApp